This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Jumat, 06 Juni 2014

keunikan suku kajang di bulukumba sulawesi selatan

   SUKU KAJANG

          suku kajang adalah suku yang terletak di kabupaten bulukumba,di bagian timur sekitar 30 km dari kota bulukumba,tepatnya di kecamatan kajang kabupaten bulukumba,kawasan adat suku kajang berbatasan dengan TULI di sebelah utara,LIMBA di sebelah timur,SEPPA di sebelah selatan,dan DORO di sebelah barat.sedangkan nama tempat  suku kajang sendiri adalah LEMBANG.


masyarakat suku kajang sendiri terbagi dua yakni masyarakat kajang dalam dan kajang luar,penghuni suku kajang dalam sangat menhormati dan berpegan teguh sepenuhnya pada aturan adat,walaupun sekarang kita hidup dengan serba modern tapi bagi masyarakat kajang dalam lebih memilih untuk hidup sederhana tidak tergoda dengan perkembangan teknologi dunia luar,kesederhanaan inilah yang menbuat mereka hidup dengan mandiri di tengah gempuran zamam,mereka dari dulu menbuat sendiri peralatan rumah tangga,pakaian,dll,mereka memanfaatkan hutan di sekitar mereka untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan mereka.sehingga hutang dianggap sebagai tempat yang sakral dan harus di hormati.

masyarakat kajang luar sedikit berbeda dengan kajang dalam,mereka sebernarnya adalah keturunan suku kajan asli atau dalam namun mereka tinggal diluar area kajang dalam sedikit lebih menerima dan berbaur dengan dunia luar,ikut menikmati fasilitas teknologi modern,namun ada hal hal tertentu yang tak bisa dilepas bagi mereka,contohnya mereka masih mengenakan pakaian adat khas suku kajang,dan tidak mengenakan alas kaki.


peminpin suku kajang adalah AMMA TOA atau bapak tua,bapak yang di tuakan,amma toa inilah yang meminpin suku kajang,setiap segala sesuatu jika ingin mengerjakan sesuatu yang sifatnya sakral harus dengan  ijin dari amma toa,dan para penduduk harus menghormati keputusannya.seperti halnya pemimpin daerah ammatoa,meminpin dengan bijak dan menjalankan aturan adat sebagaimana leluhur mereka jaman dahulu,

kesederhanaan suku kajang dapat kita lihat,pada bentuk rumah panggung yang bahang bakunya dari kayu,bambu,dan atapnya dari daun pohon sagu,semuanya dapat didapat dengan mudah di dalam hutan,mereka sangat  menjaga melestarikan hutan,karena hutan adalah warisan leluhur dan sebagai tempat untuk kebutuhan hidup mereka,kesamaan bentuk rumah,dan keseragaman pakain,melambankan mereka sederajat dihadapan sang pencipta,mereka berpandangan tidak ada yang lebih rendah atau yang lebih tinggi semuanya rata,hal inilah yang menbuat rasa sosialisasi mereka sangat tinggi,menjujung semangat gotong royong saling bahu menbahu membantu sesama.


pakaian dan assesoris yang dikenakan berwarna hitam yang melambankan kesederhanaan,dan persamaan dalam segala hal,pengikat kepala atau passapu yang dikenakan hanya di pakai oleh pria dewasa yang di anggap sudah bisa menjadi pemimpin,

secara turun temurun warisan leluhur tetap di pertahankan,sebuah prinsip yang masih di pertahankan tentang semngat kegotong royongan,betuk kesamaan hak dan rasa sosial yang tinggi terpatri dalam sebuah pesan atau PASANG RI KAJAN,yakni,
a'lemo sibatu a'bulo sipappa'
tallang sipahua manyu si parampe


seperti daerah unik lainnya suku kajang juga menpunyai sebuah tari yang di kenal degan tari pabbitte passapu atau mengadu ikat kepala,serta alat musik bassing,merupakan alat musik tiup terbuat dari bambu yang biasanya di gunakan untuk mengiringi kelong bassing-bassing yang dibawakan oleh dua orang perempuan,kelong nyanyian ini biasanya dibawakan saat acara pemakaman

masih banyak lagi hal unik yang munkin bisa lihat di suku kajang,hal unik inilah yang munkin menggerakkan hati para turis asing,dan lokal mengunjugi suku kajang.

maaf jika dalam penulisan,masih ada kata-kata yang salah dan sedikit tidak beraturan maklum penulis baru.semoga bermanfaat.....

Senin, 17 Maret 2014

puisi chairil anwar krawang-bekasi


                                         

Puisi: karya chairil anwar 

                     KRAWANG BEKASI
   Kami yang kini terbaring antara krawang -bekasi tidak bisa teriak "merdeka"dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak mendengar deru kami,terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening dimalam sepi jika dada rasa hampa dan  h dinding yang berdetak
Kami mati muda.yang tinggal tulang diliputi debu kenang,kenanglah kami
Kami sudah mencoba apa yang kami bisa tapikerja belum selesai,belum apa apa

Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai,belum bisa menperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
Atau tidak uuntuk apa apa
Kami tidak tahu,kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicarabpadamu dalam hening
Di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang,kenanglah kami
Teruskan,teruskanlah jiwa kami
Menjaga bung Karno
Menjaga bung Hatta
Menjaga sjahrir

Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjaga terus di garis batas pernyataan dan impian

 Kenang,kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputibdebu
Beribu kami berbaring antara krawang-bekasi

Dari "kerikil tajam"
Chairil anwar