This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Tampilkan postingan dengan label krawang-Bekasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label krawang-Bekasi. Tampilkan semua postingan

Senin, 17 Maret 2014

puisi chairil anwar krawang-bekasi


                                         

Puisi: karya chairil anwar 

                     KRAWANG BEKASI
   Kami yang kini terbaring antara krawang -bekasi tidak bisa teriak "merdeka"dan angkat senjata lagi.
Tapi siapakah yang tidak mendengar deru kami,terbayang kami maju dan berdegap hati?
Kami bicara padamu dalam hening dimalam sepi jika dada rasa hampa dan  h dinding yang berdetak
Kami mati muda.yang tinggal tulang diliputi debu kenang,kenanglah kami
Kami sudah mencoba apa yang kami bisa tapikerja belum selesai,belum apa apa

Kami sudah beri kami punya jiwa
Kerja belum selesai,belum bisa menperhitungkan arti 4-5 ribu nyawa
Kami cuma tulang-tulang berserakan
Tapi adalah kepunyaanmu
Kaulah lagi yang tentukan nilai tulang-tulang berserakan
Ataukah jiwa kami melayang untuk kemerdekaan kemenangan dan harapan
Atau tidak uuntuk apa apa
Kami tidak tahu,kami tidak lagi bisa berkata
Kaulah sekarang yang berkata
Kami bicarabpadamu dalam hening
Di malam sepi
Jika dada rasa hampa dan jam dinding yang berdetak
Kenang,kenanglah kami
Teruskan,teruskanlah jiwa kami
Menjaga bung Karno
Menjaga bung Hatta
Menjaga sjahrir

Kami sekarang mayat
Berilah kami arti
Berjaga terus di garis batas pernyataan dan impian

 Kenang,kenanglah kami
Yang tinggal tulang-tulang diliputibdebu
Beribu kami berbaring antara krawang-bekasi

Dari "kerikil tajam"
Chairil anwar