This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Selasa, 19 Desember 2023

PHOTOPEA Aplikasi editing photo


                                                  


PHOTOPEA adalah aplikasi edit foto yang mempunyai banyak tools yang sangat mirip dengan aplikasi photoshop,uniknya PHOTOPEA bisa anda instal melalui PlayStore selain itu tersedia juga via web www.photopea.com

dikembangkan oleh pengembang Ukraina Ivan Kukir. Ini dirilis pada 14 September 2013 yang tersedia dalam 40 bahasa. Photopea dibuat dengan ditulis dalam bahasa pemrograman JavaScript.

Photopea adalah sejenis editor foto canggih berbasis online yang hampir sama dengan Photoshop. Hal yang membedakan Photopea dari photoshop adalah Anda tidak perlu menginstal aplikasi atau mendaftar di dalamnya; itu semua editor foto berbasis browser gratis. Dengan editor ini, Foto dapat dengan mudah diubah untuk membuatnya lebih menarik dengan mengedit dan menambahkan efek khusus.

Bagaimana cara menggunakan Photopea?

Photopea adalah sejenis editor foto berbasis online, jadi Anda tidak perlu menginstal perangkat lunak apa pun. Selain itu, ini adalah editor foto gratis, jadi tidak perlu membuat akun. Anda dapat menggunakan editor foto canggih ini dengan segala jenis perangkat lunak penjelajahan. Berikut adalah prosedur langkah demi langkah tentang Cara menggunakan Photopea di bawah ini:

Langkah 1: Akses Dasbor

Editor ini kompatibel dengan browser apa pun, jadi buka browser yang Anda miliki lalu masuk ke Situs Web Resmi Photopea.

Langkah 2: Mulai Proyek Baru

Jika Anda ingin membuat proyek baru, klik saja Proyek Baru. Anda harus memberi nama file & lebar, tinggi, dan latar belakang serta ada banyak ukuran template. Dan juga Anda akan mendapatkan opsi untuk memilih jenis ukuran file seperti sampul halaman Facebook, Instagram Story, header Twitter, dll setelah semua proses ini selesai, klik tombol Buat dan sebuah jendela akan terbuka di sisi kiri ini jendela ada beberapa alat untuk mengedit.

Langkah 3: Impor Gambar

Anda dapat mengimpor gambar target Anda di sini dengan 2 beberapa metode untuk mengedit. Anda dapat mengimpor gambar dengan mengunggahnya dari komputer Anda atau dengan sistem Drug and Drop. Sangat cocok dengan format file PSD, serta dengan JPEG, PNG, serta jenis file gambar lainnya.

Langkah 4: Edit Gambar

Tergantung pada kebutuhan Anda, Anda dapat menggunakan salah satu atau kedua alat pengeditan yang terletak di atas atau di sisi kiri; sebagian besar fungsinya sebanding dengan yang ditemukan di Perangkat Lunak Photoshop.selanjutnya anda bisa berkreasi sesuai dengan keinginan anda. 

Apakah Anda ingin menggunakan Photopea di PC Desktop Anda?

Anda dapat menggunakan editor foto online ini di desktop atau laptop Windows/Mac Anda melalui 2 metode.

  • Aplikasi pintasan situs web

Cara membuat aplikasi pintasan Photopea di desktop:

  1. Buka browser Chrome dan buka www.photopea.com.
  2. Sekarang klik ikon tiga titik di kanan atas.
  3. Kemudian klik Alat lainnya >> Buat shortcut.
  4. Masukkan nama untuk pintasan dan klik membuat.
  5. Di artikel selanjutnya kita akan berikan tutorial edit photo via aplikasi PHOTOPEA.... 

Sabtu, 16 Desember 2023

Puisi chairil anwar "Diponegoro"

 

Diponegoro

Di masa pembangunan ini

Tuan hidup kembali

Dan bara kagum menjadi api

Di depan sekali tuan menanti

Tak gentar. Lawan banyaknya seratus kali.

Pedang di kanan, keris di kiri

Berselempang semangat yang tak bisa mati.

MAJU

Ini barisan tak bergenderang berpalu

Kepercayaan tanda menyerbu.

Sekali berarti

Sudah itu mati.

MAJU

Bagimu Negeri

Menyediakan api.

Punah di atas menghamba

Binasa di atas ditinda

Sungguhpun dalam ajal baru tercapai

Jika hidup harus merasai.

Maju.

Serbu.

Serang.

Terjang

Puisi chairil anwar "Nisan"

 Nisan

Untuk nenekanda

Bukan kematian benar menusuk kalbu

Keridlaanmu menerima segala tiba

Tak kutahu setinggi itu atas debu

dan duka maha tuan bertakhta.

Puisi chairil anwar "suara malam"

 

Suara Malam 

Dunia badai dan topan

Manusia mengingatkan "Kebakaran di Hutan"*

Jadi ke mana

Untuk damai dan reda?

Mati.

Barang kali ini diam kaku saja

Dengan ketenangan selama bersatu

Mengatasi suka dan duka

Kekebalan terhadap debu dan nafsu.

Berbaring tak sedar

Seperti kapal pecah di dasar lautan

Jemu dipukul ombak besar.

Atau ini.

Peleburan dalam Tiada

Dan sekali akan menghadap cahaya.

Ya Allah! Badanku terbakar - segala samar.

Aku sudah melewati batas.

Kembali? Pintu tertutup dengan keras.

Puisi chairil anwar "Kesabaran"

 

Kesabaran 

Aku tak bisa tidur

Orang ngomong, anjing nggonggong

Dunia jauh mengabur

Kelam mendinding batu

Dihantam suara bertalu-talu

Di sebelahnya api dan abu

Aku hendak berbicara

Suaraku hilang, tenaga terbang

Sudah! tidak jadi apa-apa!

Ini dunia enggan disapa, ambil perduli

Keras membeku air kali

Dan hidup bukan hidup lagi

Kuulangi yang dulu kembali

Sambil bertutup telinga, berpicing mata

Menunggu reda yang mesti tiba

Siapa chairil anwar ?

Chairil Anwar 

Dikutip dari Wikipedia

seorang penyair Indonesia terkenal pada masa awal kemerdekaan

Chairil Anwar (26 Juli 1922 – 28 April 1949), dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia. Dia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia.


Chairil Anwar


Lahir

26 Juli 1922

Belanda Medan, Sumatra Timur, Hindia Belanda

Meninggal :

28 April 1949 (umur 26)

Jakarta, Indonesia 

Pekerjaan :

Penyair, redaktur

Bahasa :

Indonesia

Kebangsaan :

Indonesia

Periode :

Angkatan ‘45 (1942–1949)

Genre :

Puisi, terjemahan

Aliran sastra :

Avant-garde

Karya terkenal :

Aku

Krawang Bekasi

Chairil lahir dan dibesarkan di Medan, sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, di mana dia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Puisinya menyangkut berbagai tema; mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, eksistensialisme, hingga tak jarang multi-interpretasi.


Kehidupan

Chairil Anwar dilahirkan di Medan, Sumatera Utara pada 26 Juli 1922. Dia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha,keduanya berasal dari Kabupaten Lima Puluh KotaSumatera Barat. Ayahnya merupakan Bupati IndragiriRiau yang tewas dalam Pembantaian Rengat. Dia masih memiliki pertalian keluarga dengan Soetan SjahrirPerdana Menteri pertama Indonesia.[1] Sebagai anak tunggal, orang tuanya selalu memanjakannya,[2] namun Chairil cenderung bersikap keras kepala dan tidak ingin kehilangan apapun; sedikit cerminan dari kepribadian orang tuanya.

Chairil Anwar mulai mengenyam pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi pada masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Saat usianya mencapai 18 tahun, dia tidak lagi bersekolah.[3] Chairil mengatakan bahwa sejak usia 15 tahun, dia telah bertekad menjadi seorang seniman.[4]

Pada usia 19 tahun, setelah perceraian orang tuanya, Chairil bersama ibunya pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) di mana dia berkenalan dengan dunia sastra; walau telah bercerai, ayahnya tetap menafkahinya dan ibunya.[5] Meskipun tidak dapat menyelesaikan sekolahnya, ia dapat menguasai berbagai bahasa asing seperti InggrisBelanda, dan Jerman.[6] Ia juga mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer Maria RilkeW.H. AudenArchibald MacLeishHendrik MarsmanJ. Slaurhoff, dan Edgar du Perron. Penulis-penulis tersebut sangat memengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung terhadap tatanan kesusasteraan Indonesia.

Penyairsunting

Puisi Aku yang dipajang di tembok di Leiden

Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastra setelah pemuatan puisinya yang berjudul Nisan pada tahun 1942, saat itu ia baru berusia 20 tahun.[6] Hampir semua puisi yang ia tulis merujuk pada kematian.[6] Namun saat pertama kali mengirimkan puisi-puisinya di majalah Pandji Pustaka untuk dimuat, banyak yang ditolak karena dianggap terlalu individualistis dan tidak sesuai dengan semangat Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya. Ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta, Chairil jatuh cinta pada Sri Ayati, tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945.[6][7] Kemudian ia memutuskan untuk menikah dengan Hapsah Wiraredja pada 6 Agustus 1946. Mereka dikaruniai seorang putri bernama Evawani Alissa tetapi bercerai pada akhir tahun 1948.

Makam Chairil di TPU Karet Bivak

Vitalitas puitis Chairil tidak pernah diimbangi kondisi fisiknya. Sebelum menginjak usia 27 tahun, sejumlah penyakit telah menimpanya. Chairil meninggal dalam usia muda di Rumah Sakit CBZ (sekarang Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo), Jakarta pada tanggal 28 April 1949. Penyebab kematiannya tidak diketahui pasti, menurut dugaan lebih karena penyakit TBC. Ia dimakamkan sehari kemudian di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta.[6] Chairil dirawat di CBZ (RSCM) dari 22-28 April 1949. Menurut catatan rumah sakit, ia dirawat karena tifus. Meskipun demikian, ia sebenarnya sudah lama menderita penyakit paru-paru dan infeksi yang menyebabkan dirinya makin lemah, sehingga timbullah penyakit usus yang membawa kematian dirinya - yakni ususnya pecah. Akan tetapi, menjelang akhir hayatnya ia mengigau karena tinggi panas badannya, dan di saat dia insaf akan dirinya dia mengucap, "Tuhanku, Tuhanku...". Dia meninggal pada pukul setengah tiga sore 28 April 1949 dan dikuburkan keesokan harinya, diangkut dari kamar mayat RSCM ke Karet oleh banyak pemuda dan orang-orang Republikan termuka.[8] Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari masa ke masa. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar. Kritikus sastra Indonesia asal BelandaA. Teeuw menyebutkan bahwa "Chairil telah menyadari akan mati muda, seperti tema menyerah yang terdapat dalam puisi berjudul Jang Terampas dan Jang Putus".[3]

Selama hidupnya, Chairil telah menulis sekitar 94 karya, termasuk 70 puisi; kebanyakan tidak dipublikasikan hingga kematiannya. Puisi terakhir Chairil berjudul Cemara Menderai Sampai Jauh, ditulis pada tahun 1949,[4] sedangkan karyanya yang paling terkenal berjudul Aku dan Krawang Bekasi.[5] Semua tulisannya, baik yang asli, modifikasi, atau yang diduga dijiplak, dikompilasi dalam tiga buku yang diterbitkan oleh Pustaka Rakyat. Kompilasi pertama berjudul Deru Campur Debu (1949), kemudian disusul oleh Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949), dan Tiga Menguak Takdir (1950), kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin.