This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Sabtu, 16 Desember 2023

Siapa chairil anwar ?

Chairil Anwar 

Dikutip dari Wikipedia

seorang penyair Indonesia terkenal pada masa awal kemerdekaan

Chairil Anwar (26 Juli 1922 – 28 April 1949), dijuluki sebagai "Si Binatang Jalang" (dari karyanya yang berjudul Aku), adalah penyair terkemuka Indonesia. Dia diperkirakan telah menulis 96 karya, termasuk 70 puisi. Bersama Asrul Sani dan Rivai Apin, ia dinobatkan oleh H.B. Jassin sebagai pelopor Angkatan '45 sekaligus puisi modern Indonesia.


Chairil Anwar


Lahir

26 Juli 1922

Belanda Medan, Sumatra Timur, Hindia Belanda

Meninggal :

28 April 1949 (umur 26)

Jakarta, Indonesia 

Pekerjaan :

Penyair, redaktur

Bahasa :

Indonesia

Kebangsaan :

Indonesia

Periode :

Angkatan ‘45 (1942–1949)

Genre :

Puisi, terjemahan

Aliran sastra :

Avant-garde

Karya terkenal :

Aku

Krawang Bekasi

Chairil lahir dan dibesarkan di Medan, sebelum pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) dengan ibunya pada tahun 1940, di mana dia mulai menggeluti dunia sastra. Setelah mempublikasikan puisi pertamanya pada tahun 1942, Chairil terus menulis. Puisinya menyangkut berbagai tema; mulai dari pemberontakan, kematian, individualisme, eksistensialisme, hingga tak jarang multi-interpretasi.


Kehidupan

Chairil Anwar dilahirkan di Medan, Sumatera Utara pada 26 Juli 1922. Dia merupakan anak satu-satunya dari pasangan Toeloes dan Saleha,keduanya berasal dari Kabupaten Lima Puluh KotaSumatera Barat. Ayahnya merupakan Bupati IndragiriRiau yang tewas dalam Pembantaian Rengat. Dia masih memiliki pertalian keluarga dengan Soetan SjahrirPerdana Menteri pertama Indonesia.[1] Sebagai anak tunggal, orang tuanya selalu memanjakannya,[2] namun Chairil cenderung bersikap keras kepala dan tidak ingin kehilangan apapun; sedikit cerminan dari kepribadian orang tuanya.

Chairil Anwar mulai mengenyam pendidikan di Hollandsch-Inlandsche School (HIS), sekolah dasar untuk orang-orang pribumi pada masa penjajahan Belanda. Dia kemudian meneruskan pendidikannya di Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO). Saat usianya mencapai 18 tahun, dia tidak lagi bersekolah.[3] Chairil mengatakan bahwa sejak usia 15 tahun, dia telah bertekad menjadi seorang seniman.[4]

Pada usia 19 tahun, setelah perceraian orang tuanya, Chairil bersama ibunya pindah ke Batavia (sekarang Jakarta) di mana dia berkenalan dengan dunia sastra; walau telah bercerai, ayahnya tetap menafkahinya dan ibunya.[5] Meskipun tidak dapat menyelesaikan sekolahnya, ia dapat menguasai berbagai bahasa asing seperti InggrisBelanda, dan Jerman.[6] Ia juga mengisi jam-jamnya dengan membaca karya-karya pengarang internasional ternama, seperti: Rainer Maria RilkeW.H. AudenArchibald MacLeishHendrik MarsmanJ. Slaurhoff, dan Edgar du Perron. Penulis-penulis tersebut sangat memengaruhi tulisannya dan secara tidak langsung terhadap tatanan kesusasteraan Indonesia.

Penyairsunting

Puisi Aku yang dipajang di tembok di Leiden

Nama Chairil mulai terkenal dalam dunia sastra setelah pemuatan puisinya yang berjudul Nisan pada tahun 1942, saat itu ia baru berusia 20 tahun.[6] Hampir semua puisi yang ia tulis merujuk pada kematian.[6] Namun saat pertama kali mengirimkan puisi-puisinya di majalah Pandji Pustaka untuk dimuat, banyak yang ditolak karena dianggap terlalu individualistis dan tidak sesuai dengan semangat Kawasan Kemakmuran Bersama Asia Timur Raya. Ketika menjadi penyiar radio Jepang di Jakarta, Chairil jatuh cinta pada Sri Ayati, tetapi hingga akhir hayatnya Chairil tidak memiliki keberanian untuk mengungkapkannya. Puisi-puisinya beredar di atas kertas murah selama masa pendudukan Jepang di Indonesia dan tidak diterbitkan hingga tahun 1945.[6][7] Kemudian ia memutuskan untuk menikah dengan Hapsah Wiraredja pada 6 Agustus 1946. Mereka dikaruniai seorang putri bernama Evawani Alissa tetapi bercerai pada akhir tahun 1948.

Makam Chairil di TPU Karet Bivak

Vitalitas puitis Chairil tidak pernah diimbangi kondisi fisiknya. Sebelum menginjak usia 27 tahun, sejumlah penyakit telah menimpanya. Chairil meninggal dalam usia muda di Rumah Sakit CBZ (sekarang Rumah Sakit Dr. Cipto Mangunkusumo), Jakarta pada tanggal 28 April 1949. Penyebab kematiannya tidak diketahui pasti, menurut dugaan lebih karena penyakit TBC. Ia dimakamkan sehari kemudian di Taman Pemakaman Umum Karet Bivak, Jakarta.[6] Chairil dirawat di CBZ (RSCM) dari 22-28 April 1949. Menurut catatan rumah sakit, ia dirawat karena tifus. Meskipun demikian, ia sebenarnya sudah lama menderita penyakit paru-paru dan infeksi yang menyebabkan dirinya makin lemah, sehingga timbullah penyakit usus yang membawa kematian dirinya - yakni ususnya pecah. Akan tetapi, menjelang akhir hayatnya ia mengigau karena tinggi panas badannya, dan di saat dia insaf akan dirinya dia mengucap, "Tuhanku, Tuhanku...". Dia meninggal pada pukul setengah tiga sore 28 April 1949 dan dikuburkan keesokan harinya, diangkut dari kamar mayat RSCM ke Karet oleh banyak pemuda dan orang-orang Republikan termuka.[8] Makamnya diziarahi oleh ribuan pengagumnya dari masa ke masa. Hari meninggalnya juga selalu diperingati sebagai Hari Chairil Anwar. Kritikus sastra Indonesia asal BelandaA. Teeuw menyebutkan bahwa "Chairil telah menyadari akan mati muda, seperti tema menyerah yang terdapat dalam puisi berjudul Jang Terampas dan Jang Putus".[3]

Selama hidupnya, Chairil telah menulis sekitar 94 karya, termasuk 70 puisi; kebanyakan tidak dipublikasikan hingga kematiannya. Puisi terakhir Chairil berjudul Cemara Menderai Sampai Jauh, ditulis pada tahun 1949,[4] sedangkan karyanya yang paling terkenal berjudul Aku dan Krawang Bekasi.[5] Semua tulisannya, baik yang asli, modifikasi, atau yang diduga dijiplak, dikompilasi dalam tiga buku yang diterbitkan oleh Pustaka Rakyat. Kompilasi pertama berjudul Deru Campur Debu (1949), kemudian disusul oleh Kerikil Tajam dan Yang Terampas dan Yang Putus (1949), dan Tiga Menguak Takdir (1950), kumpulan puisi dengan Asrul Sani dan Rivai Apin.

Puisi Chairil anwar "Sendiri"



 SENDIRI 

Hidupnya tambah sepi, tambah hampa 

Malam apa lagi 

Ia memekik ngeri 

Dicekik kesunyian kamarnya 

Ia membenci. Dirinya dari segala

Yang minta perempuan untuk kawannya 

Bahaya dari tiap sudut. Mendekat juga 

Dalam ketakutan menanti ia menyebut satu nama 

Terkejut ia terduduk. Siapa memanggil itu ?

Ah! Lemah lesu ia tersedu: Ibu! Ibu!


Minggu, 25 Juni 2023

Racca mangga "sambal mangga"

Sumber yummi.co.id


Mangga adalah jenih buah buahan yang kaya akan vitamin C,buah ini juga kadang dibuat rujak dan kadang menjadi pelengkap resep makanan. 

Nah sobat kali ini kami akan membagikan resep makanan yang unik namanya" raca-raca mangga" (sambal mangga) dimana makanan ini merupakan salah satu makanan pelengkap khas Sulawesi Selatan. Makanan ini sering dijadikan pengganti sambal untuk menemani sajian makanan utama. Adapun mangga yang digunakan adalah jenis mangga muda yang rasanya kecut.rasa mangga yang kecut dan manis dijamin menambah selera makan anda,yakin sobat nambah terus.... Berikut bahan-bahannya

Bahan:

1 Mangga muda

3 buah kemiri yang dibakar ( opsional)

10 biji cabai merah

1 sdt garam halus

1/2 bks Penyedap rasa 

Cara Membuat:

1. Kupas mangga muda lalu iris tipis-tipis memanjang (dicacah halus memanjang)

2. Haluskan kemiri yang telah dibakar sebelumnya lalu masukkan cabai merah dan garam halus dan penyedap rasanya. Setelah menjadi halus, masukkan mangga yang telah dicacah halus/diparut juga bisa.kemudian tumbuk sebentar saja agar bumbunya tercampur rata.

Sebagai catatan buat anda bahwa resep raca-raca mangga ini bisa menggunakan jenis mangga apapun yang jelas mangga tersebut masih muda. Jumlah kemiri dan cabai pun bisa disesuaikan selera masing-masing, disamping itu jika anda menyukai rasa terasi, anda bisa menambahkannya juga.

Rabu, 07 Juni 2023

Puisi chairil Anwar "AKU"




Aku adalah sebuah puisi berbahasa Indonesia tahun 1943 karya Chairil Anwar, karya ini mungkin adalah karyanya yang paling terkenal dan juga salah satu puisi paling terkemuka dari Angkatan '45. Puisi ini menggambarkan alam individualistis dan vitalitasnya sebagai seorang penyair

            "AKU"

Kalau sampai waktuku

'Ku mau tak seorang 'kan merayu
Tidak juga kau

Tak perlu sedu sedan itu

Aku ini binatang jalang
Dari kumpulannya terbuang

Biar peluru menembus kulitku
Aku tetap meradang menerjang

Luka dan bisa kubawa berlari
Berlari

Hingga hilang pedih peri

Dan aku akan lebih tidak peduli
Aku mau hidup seribu tahun lagi!

Senin, 05 Juni 2023

pantai pasir putih tanjung bira bulukumba


 Bagi kawan-kawan yang ingin berakhir pekan berikut adalah wisata bahari yang ada disulawesi selatan tepatnya dibulukumba tentunya yang paling populer adalah pantai Tanjung Bira pantai yang terletak di Kecamatan Bonto Bahari, sekitar 40 km dari Kota Bulukumba. Pantai yang terkenal dengan pasir putihnya ini sangat nyaman dan mudah dijangkau. Tanjung Bira sangat menarik, para pegunjung dapat melihat para nelayan dengan perahu mereka melaut di malam hari.

Perjalanan dari Makassar menuju ke Tanjung Bira membutuhkan waktu kurang lebih 5 jam perjalanan. Makan siang di restoran lokal. Pada sore hari, anda akan diajak untuk mengunjungi tempat pembuatan Perahu Pinisi di Tana Beru
Dengan potensi wisatanya yang cukup besar, ke depan wisata Tanjung Bira akan terus dikembangkan dan prasarana transportasi akan ditingkatkan. Pada saat ini direncanakan akan dibangun jalan tol dari Makassar menuju Tanjung Bira, serta bandara di Tanjung Bira.
 
Untuk bisa memasuki Pantai Tanjung Bira Bulukumba, Anda akan dikenai biaya Rp 10.000 untuk wisatawan domestik dan Rp 20.000 untuk wisatawan asing. Tiket ini terbilang cukup murah jika dibandingkan dengan tiket pantai di pulau Jawa atau Bali.
 
Salah satu spot menarik dibira dan lagi hits saat ini adalah
 Titik Nol Bulukumba atau Titik Nol Sulawesi Selatan ini merupakan salah satu spot favorit wisata saat berada di Tanjung Bira. Kawasan ini merupakan tempat wisata baru. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan sengaja mempercantik kawasan Pantai Bira, sebagai upaya menarik wisatawan untuk berkunjung ke lokasi itu. Titik Nol Sulawesi Selatan ini berada pada ketinggian 50 meter di atas permukaan laut. Untuk turun ke dasar tebing, pemerintah daerah setempat menyediakan tangga yang di cat warna-warni sehingga  yang menjadi daya tarik tersendiri di tempat wisata ini,Di ujung tangga terdapat jembatan kaca yang membuat pengunjung serasa melayang di atas air. Tempat ini menjadi primadona baru wisatawan selain pasir putih yang menjadi icon tempat wisata ini.


(Image source on google)
Selain aktivitas menyenangkan yang dapat kalian lakukan, wisatawan juga bisa sekedar bersantai menatap pesona alam Pantai Tanjung Bira ini. Luasnya lautan di sertai dengan kondisi pasir pantai berpasir putih membuat suasana santai menjadi lebih nyaman.
Pokoknya kalau anda pernah melihat suasana laut di Raja Ampat meskipun hanya pada gambar, warna air lautnya tidak jauh berbeda yakni biru kehijauan. Nikmati suasana bersantai bersama keluarga sambil cekrak cekrek mengambil gambar untuk diabadikan
 Pantai ini menyuguhkan dua moment romantis di satu lokasi yang sangat jarang di temukan di pantai lain. Menyaksikan sunrise maupun sunset bersama pasangan adalah pilihan yang tepat untuk dilakukan karena moment seperti ini sangat jarang di temukan di satu tempat.
supaya tidak penasaran,saya sarangkan untuk mengunjungi langsung dan menikmati pemandangan indah pantai bira....        happy weekend and happy nice day yaaa,,,,, 

 
  •  

Puisi Chairil Anwar "Taman"

                             Taman



 Taman punya kita berdua

Tak lebar luas, kecil saja

Satu tak kehilangan lain dalamnya.

Bagi kau dan aku cukuplah

Taman kembangnya tak berpuluh warna

Padang rumputnya tak berbanding permadani

Halus lembut dipijak kaki.

Bagi kita bukan halangan.

Karena

Dalam taman punya berdua

Kau kembang, aku kumbang

Aku kumbang, kau kembang.

Kecil, penuh surya taman kita

Tempat merenggut dari dunia dan ‘nusia.

Jumat, 06 Juni 2014

keunikan suku kajang di bulukumba sulawesi selatan

   SUKU KAJANG

          suku kajang adalah suku yang terletak di kabupaten bulukumba,di bagian timur sekitar 30 km dari kota bulukumba,tepatnya di kecamatan kajang kabupaten bulukumba,kawasan adat suku kajang berbatasan dengan TULI di sebelah utara,LIMBA di sebelah timur,SEPPA di sebelah selatan,dan DORO di sebelah barat.sedangkan nama tempat  suku kajang sendiri adalah LEMBANG.


masyarakat suku kajang sendiri terbagi dua yakni masyarakat kajang dalam dan kajang luar,penghuni suku kajang dalam sangat menhormati dan berpegan teguh sepenuhnya pada aturan adat,walaupun sekarang kita hidup dengan serba modern tapi bagi masyarakat kajang dalam lebih memilih untuk hidup sederhana tidak tergoda dengan perkembangan teknologi dunia luar,kesederhanaan inilah yang menbuat mereka hidup dengan mandiri di tengah gempuran zamam,mereka dari dulu menbuat sendiri peralatan rumah tangga,pakaian,dll,mereka memanfaatkan hutan di sekitar mereka untuk memenuhi kebutuhan sandang dan pangan mereka.sehingga hutang dianggap sebagai tempat yang sakral dan harus di hormati.

masyarakat kajang luar sedikit berbeda dengan kajang dalam,mereka sebernarnya adalah keturunan suku kajan asli atau dalam namun mereka tinggal diluar area kajang dalam sedikit lebih menerima dan berbaur dengan dunia luar,ikut menikmati fasilitas teknologi modern,namun ada hal hal tertentu yang tak bisa dilepas bagi mereka,contohnya mereka masih mengenakan pakaian adat khas suku kajang,dan tidak mengenakan alas kaki.


peminpin suku kajang adalah AMMA TOA atau bapak tua,bapak yang di tuakan,amma toa inilah yang meminpin suku kajang,setiap segala sesuatu jika ingin mengerjakan sesuatu yang sifatnya sakral harus dengan  ijin dari amma toa,dan para penduduk harus menghormati keputusannya.seperti halnya pemimpin daerah ammatoa,meminpin dengan bijak dan menjalankan aturan adat sebagaimana leluhur mereka jaman dahulu,

kesederhanaan suku kajang dapat kita lihat,pada bentuk rumah panggung yang bahang bakunya dari kayu,bambu,dan atapnya dari daun pohon sagu,semuanya dapat didapat dengan mudah di dalam hutan,mereka sangat  menjaga melestarikan hutan,karena hutan adalah warisan leluhur dan sebagai tempat untuk kebutuhan hidup mereka,kesamaan bentuk rumah,dan keseragaman pakain,melambankan mereka sederajat dihadapan sang pencipta,mereka berpandangan tidak ada yang lebih rendah atau yang lebih tinggi semuanya rata,hal inilah yang menbuat rasa sosialisasi mereka sangat tinggi,menjujung semangat gotong royong saling bahu menbahu membantu sesama.


pakaian dan assesoris yang dikenakan berwarna hitam yang melambankan kesederhanaan,dan persamaan dalam segala hal,pengikat kepala atau passapu yang dikenakan hanya di pakai oleh pria dewasa yang di anggap sudah bisa menjadi pemimpin,

secara turun temurun warisan leluhur tetap di pertahankan,sebuah prinsip yang masih di pertahankan tentang semngat kegotong royongan,betuk kesamaan hak dan rasa sosial yang tinggi terpatri dalam sebuah pesan atau PASANG RI KAJAN,yakni,
a'lemo sibatu a'bulo sipappa'
tallang sipahua manyu si parampe


seperti daerah unik lainnya suku kajang juga menpunyai sebuah tari yang di kenal degan tari pabbitte passapu atau mengadu ikat kepala,serta alat musik bassing,merupakan alat musik tiup terbuat dari bambu yang biasanya di gunakan untuk mengiringi kelong bassing-bassing yang dibawakan oleh dua orang perempuan,kelong nyanyian ini biasanya dibawakan saat acara pemakaman

masih banyak lagi hal unik yang munkin bisa lihat di suku kajang,hal unik inilah yang munkin menggerakkan hati para turis asing,dan lokal mengunjugi suku kajang.

maaf jika dalam penulisan,masih ada kata-kata yang salah dan sedikit tidak beraturan maklum penulis baru.semoga bermanfaat.....